Minggu, 18 Juni 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 4

DOSEN : RAMITA HAPSARI
NAMA  : MUHAMMAD KHANSAPURI
NPM     : 14116976
KELAS : 1KA19

Bentuk tanggung jawab kalian terhadap kehidupan sehari-hari

1. Diri sendiri 
  • Berempati terhadap orang lain, karena apalagi yang dapat kita lakukan untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih baik selain memiliki empati untuk orang lain di dunia ini
  •  Belajar, karena pengetahuan sangat penting bagi diri masing - masing individu
  • Berpikir sebelum bertindak, pergunakanlah akal pikiran kita untuk melakukan segala pertimbangan sebelum bertindak
2. Keluarga
  • Berbakti kepada orang tua, berbakti kepada mereka akan membawa surga untuk kita nantinya
  • Melindungi nama baik keluarga, karena melindungi nama baik keluarga kita sendiri akan menambah keharmonisan keluarga kita
  • Menghormati orang yang lebih tua
3. Masyarakat, Bangsa, Negara
  • Ramah kepada tetangga
  • Menjaga keamanan, kebersihan, dan kententraman lingkungan masyarakat
  • Ikut betpartisipasi dalam acara kenegaraan
  • Membela bangsa dan negara
  • Menjaga kultur budaya bangsa dan negara
4. Sang Pencipta
  • Sholat tepat waktu
  • Berdoa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT terhadap kesalahan - kesalahan yang telah kita perbuat
  • Selalu menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya
  • Mengamalkan ajaran - ajarannya

Artikel Mengenai Kegelisahan Dan Cara Mengantisipasi Kegelisahan Tersebut

  Setiap manusia di dunia ini memiliki ketahanan psikologis yang berbeda - beda ada yang kuat menghadapi tekanan dan ada juga yang tidak kuat menghadapi tekanan kehidupan. Hal tersebut adalah wajar karena dalam hidup itu selalu ada kesedihan dan kesenangan serta ada kekhawatiran dan kesenangan.

  Bagaimana seseorang mengatasi kekhawatiran dan ketidaktenangan dalam hidup merupakan tanggung jawab dari diri masing - masing karena hanya diri sendiri yang sanggup mengatasi semua permasalahan itu, bagaimana caranya mengatasi kekhawatiran salah satunya adalah dengan berdoa kepada tuhan yang maha esa serta sesuai dengan kepercayaan masing - masing dan meminta petunjuk kepada tuhan. Selain itu lingkungan, keluarga, dan teman - teman yang baik akan membantu untuk mengurangi kekhawatiran atau kegelisahan itu.

  Sebagai contoh seorang mahasiswa pasti memiliki kegelisahan tentang masa depannya. Dia harus mempunyai rasa tanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Selama menyelesaikan tugas - tugas kuliah pasti muncul kekhawatiran dan perasaan was - was dalam menyelesaikan ujian seluruh mata kuliah. Khawatir mendapat nilai buruk, khawatir tidak lulus sidang skripsi. khawatir tidak mampu menyelesaikan tugas - tugas kampus dan hal -hal terkait lainnya. Kekhawatiran tidak akan dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan nilai yang sesuai harapan orang tua kadang menjadi beban tersendiri buat kita.

  Disinilah perlu dukungan dari keluarga, teman - teman untuk menghilangkan rasa kekhawatiran tersebut serta jangan lupa berdoa kepada tuhan yang maha esa sesuai dengan kepercayaan masing - masing agar dilancarkan semuanya, sehingga akan menumbuhkan rasa percaya diri untuk mampu menyelesaikan kuliah dengan baik serta tidak mengecewakan orang tua sampai akhirnya ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat untuk masyarakat.

Cara Mengatasi Kegelisahan

1. Usahakan agar pikiran tetap tenang dan jangan terlalu berburuk sangka terhadap segala sesuatu
2. Luangkan sedikit waktu anda untuk mengisi hal yang positif dan dapat menenangkan kegelisahan yang dialami
3. Berdoalah kepada tuhan yang maha esa karena segala sesuatu hal atas takdirnya

Minggu, 30 April 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 3

DOSEN : RAMITA HAPSARI
NAMA  : MUHAMMAD KHANSAPURI
NPM     : 14116976
KELAS : 1KA19

Perjuangan panjang Antasari Azhar




Kisah Antasari Azhar mantan ketua KPK yang dijebloskan ke dalam penjara karena kesalahan yang tidak pernah dilakukannya, bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.


Perjuangan Antasari dalam mencari kebenaran selama bertahun-tahun dan semangat pantang menyerah pun membuahkan hasil. Antasari mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan itu selalu mendengar doa umat-Nya dan melihat usaha umat-Nya.

Antasari terpilih sebagai ketua KPK periode 2007-2011. Sebagai ketua KPK, dia terlihat garang dan membabat habis kasus-kasus korupsi di bumi pertiwi ini. Hingga di tahun 2009, karir gemilang Antasari hancur seketika karena dia dituduh membunuh Nasrudin Zulkarnain, bos PT Putra Rajawali Bantaran.

Bahkan ketika itu, Antasari juga dijebak dalam kasus cinta segitiga antara Rani Juliani, yang disebut-sebut sebagai istri siri Nasrudin. Alasan membunuh juga karena cinta segitiga.

Apa yang terjadi saat itu? Antasari yang saat itu sedang berada di puncak karir langsung dipandang miring masyarakat. Meski banyak orang yang tidak percaya kala itu, tapi tetap saja cibiran orang terhadap dirinya dan keluarga besarnya diterima. Ada juga yang beranggapan wanita telah menghancurkan karir emas Antasari.

Nama besar Antasari tercemar seketika. Kedua putri Antasari dan istrinya pun turut merasakan imbasnya, bagaimana sakitnya dihina dan dikucilkan masyarakat.

Lantas apakah Antasari menyerah? Antasari telah bersumpah atas nama Allah bahwa dia tidak melakukan pembunuhan. Apalagi pembunuhan yang alasannya karena perempuan, sangat tidak masuk akal bagi seorang Antasari. Dia juga tidak pernah terlibat cinta segitiga karena selama ini, dia bahagia dengan keluarganya.

Terlebih, akibat tuduhan itu, lelaki kelahiran Pangkalpinang, 18 Maret 1953 ini  dituntut hukuman 18 tahun penjara setelah sebelumnya sempat dituntut hukuman mati. Mulai dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung hingga Peninjauan Kembali (PK), dia dinyatakan bersalah.
Beruntung banyak teman-teman Antasari yang mendukung dan tidak percaya kalau dia pelaku pembunuhan. Titik terang diperoleh di tahun 2014, kala Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi Pasal 268 ayat 3 KUHAP yang diajukannya. Dengan pengajuannya itu maka dia boleh melakukan PK berkali-kali.


Antasari tidak mau menyerah begitu saja, bahkan dia tercatat berkali-kali melakukan PK demi sebuah kebenaran. Dan berkali-kali pula PK-nya ditolak, namun dia terus mengajukan PK. Dalam tembok penjara, Antasari terus berdoa dan berupaya bahwa ia yakin Tuhan akan menunjukkan kebenaran itu. Dia juga tidak ingin keluarganya terkucil atas kasusnya. Semua itu memotivasi Antasari untuk melawan ketidakadilan yang dia alami.

Lambat laun, bukti-bukti yang mengarah Antasari sebagai pembunuh pun terkikis. Bahkan dia diperbolehkan bekerja di kantor notaris Tangerang dengan pengawalan ketat dari pihak penjara.

Kebenaran itu kian dekat setelah Antasari dinyatakan bebas bersyarat pada 10 November 2016 dengan melewati dua pertiga masa pidananya atau sekitar 7,5 tahun di penjara. Pada Januari 2017, Antasari dinyatakan resmi bebas tanpa syarat setelah Presiden Jokowi memberikan grasi yang telah mengurangi masa hukumannya 6 tahun. Sehingga Antasari tak perlu menjalani masa hukuman hingga 2022.

Kini Antasari kembali berjuang untuk mencari bukti-bukti baru bahwa dia tidak bersalah. Berada di luar penjara, tentunya lebih memudahkan Antasari untuk mencari dukungan dan bantuan. Apapun, dia tetap ingin mengusut tuntas siapa sebetulnya pembunuh Nasrudin.

Pelan-pelan, nama baik Antasari yang sempat tercemar kembali pulih. Bahkan Antasari dengan berani mengungkap adanya campur tangan sang penguasa kala itu dalam kasusnya. Dia juga rela mempertaruhkan nyawanya demi sebuah kebenaran. Dia percaya tangan Tuhan akan membuka ketidakadilan yang dia alami.


Antasari mengajarkan kepada kita untuk tidak pernah menyerah dan jangan lelah untuk mencari sebuah kebenaran. Jika kita tidak merasa bersalah, buktikan dan jangan pernah takut karena masih ada Tuhan di atas segala-galanya.

Sabtu, 15 April 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2 (KELOMPOK)


TUGAS

 ILMU BUDAYA DASAR

DISUSUN OLEH :

1.      FARHANAH APSARI YOLANDA (12116659)
2.      MUHAMMAD KHANSAPURI (14116976)
3.      SARTIKA AVRIANTI (16116854)

KELAS : 1KA19
NAMA DOSEN : RAMITA HAPSARI
FAKULTAS : ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN : SISTEM INFORMASI
MATA KULIAH : ILMU BUDAYA DASAR

UNIVERSITAS GUNADARMA
SALEMBA 2017

A. PERTANYAAN - PERTANYAAN YANG DIAJUKAN KEPADA NARASUMBER/INFORMAN

   1.      Latar belakang adat suku betawi?

Asal usul betawi tepatnya di daerah kemayoran. Pada zaman dahulu di daerah Kemayoran, ada jawara yang sering disebut dengan nama macan kemayoran.

   2.      Unsur-unsur kebudayaan Betawi?

Dalam kesenian Betawi terdapat ondel-ondel, tanjidor, tetapi akhir-akhir ini kesenian tersebut sudah mulai jarang dimainkan di Kemayoran. Namun kesenian tersebut masih banyak dimainkan di pinggiran Jakarta Timur. Jika pada hari minggu di daerah Benyamin Sueb masih sering di adakan acara pementasan ondel-ondel biasanya dimainkan oleh anak-anak muda dan terdapat banyak makanan khas betawi seperti kerak telor, tape uli, asinan betawi, soto betawi, gabus pucung.

   3.      Nilai budaya suku betawi yang masih ada?

Permainan musik tanjidor, ondel-ondel, silat, gambang kromong, pantun, lenong. Dan rumah adat betawi yang kini ada Jakarta sudah jarang apalagi Rumah Benjamin Sueb (Rumah adat betawi yang terkenal) sudah tidak. Menurut sumber yang kita wawancarai, hanya rumah dialah yang masih berbentuk rumah betawi asli.

   4.      Tradisi & Tahapan pernikahan adat Betawi?

Biasanya pernikahan adat betawi membawa bawaan atau yang biasa di sebut seserahan seperti roti buaya. Tetapi pada  zaman dahulu seserahannya menggunakan lemari. Makanan yang di sajikan untuk para tamu undangan  biasanya ada kredok , gado-gado, bir pletok dan lain-lain. Sebelum rombongan  mempelai pria bertemu dengan rombongan mempelai wanita, rombongan mempelai pria harus melewati  beberapa serarangkaian seperti palang pintu, adu pantun , silat dan yang terakhir menyalankan petasan. Setelah rombongan mempelai pria sudah melewati serangkaian tradisi rombongan pria dipesilahkan masuk untuk bertemu rombongan pria dan yang paling penting untuk mengucapkan ijab qabul. Tetapi sekarang pun adat betawi  yang di lakukan di gedung pun masih menggunakan adat palang pintu dan serangkaian acara lainnya.

B. TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN NARASUMBER   
    
A : “Selamat Siang Bu”
B : “Selamat Siang”
A : “Maaf Bu, kami ingin bertanya mengenai tugas mata kuliah budaya dasar”
B : “Silahkan nak, mulai saja pertanyannya”
A : “Saya ingin bertanya tentang asal usul betawi Bu”
B : “Asal usul betawi?”
B : “Di kemayoran atau dimana?”
A : “Di daerah sini aja Bu”
B : “Kalo dari daerah sini tuh asal usul betawi tepatnya di daerah kemayoran. Dulu di daerah Kemayoran, ada jawara yang sering disebut macan kemayoran”
A : “Tentang kebudayaan betawi yang ibu tau gimana ya?”
B : “Ondel-ondel terus tanjidor tetapi sih kalo tanjidor bukan di daerah kemayoran tapi di daerah Jakarta Timur di daerah pinggiran. Kalo di daerah kemayoran sih paling adanya ondel-ondel. Biasanya tiap hari minggu di daerah benyamin sueb  banyak diadakan acara adat betawi”
A : “Nilai budaya betawi yang masih kental tuh apa ya Bu?”
B : “Kayak tanjidor gitu ya, tapi kalo rumah adat betawi sudah tidak ada kecuali rumah saya aja”
A : “Tradisi pernikahan Betawi kayak gimana ya Bu?”
B : “Kalau tradisinya sih biasa aja ya, kayak bawa seserahan kayak roti buaya, lemari. Makanan pada saat tamu datang seperti keradok, gado-gado, soto betawi”
A : “ Gimana tradisi pernikahan adat Betawi?”
B : “Dimulai dengan silat, palang pintu, adu pantun, lalu rombongan pria baru boleh memasuki kediaman calon mempelai wanita”
A : “ Makasih ya bu, atas info yang ibu berikan kepada kelompok kami tentang kebudayaan adat betawi.”
B:”Sama-sama, semoga tugas kelompok kalian berjalan dengan lancar dan info yang ibu berikan semoga  bermanfaat.”
A:”Yasudah ya bu kalo begitu, kami semua permisi dulu ya.”

KETERANGAN :
A = PEWAWANCARA
B = NARASUMBER/INFORMAN

C. FOTO DOKUMENTASI




KARENA KONDISI IBUNYA YANG SEDANG SAKIT JADINYA KITA TIDAK DAPAT MELAKUKAN FOTO BERSAMA


D. DAFTAR PUSTAKA 

https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Betawi

Jumat, 14 April 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2 (INDIVIDU)


DOSEN : RAMITA HAPSARI
NAMA  : MUHAMMAD KHANSAPURI
NPM     : 14116976
KELAS : 1KA19



Sejuta Mimpi Hendra untuk Ibu

Gemuruh suara guntur di sore itu membuat keringat dingin membasahi sekujur  tubuh Hendra. Bocah lelaki berusia 8 tahun itu terlihat ketakutan dan hanya bisa bersembunyi di balik kursi kayu sebuah warung bakso, di sebrang Stasiun Kalibata, Jakarta.

Hujan yang cukup deras membuat bocah kelas 2 SD itu tak bisa menjajakan dagangannya berkeliling di seputar kawasan stasiun dan pusat perbelanjaan Kalibata, tempat ia mencari rezeki seusai pulang sekolah setiap hari.

Hendra bukanlah bocah yang beruntung karena ia terlahir dalam kondisi miskin. Ayahnya, pekerja serabutan meninggal dunia saat ia masih berusia 5 tahun. Sementara ibunya hanyalah seorang buruh cuci dengan penghasilan yang tak seberapa. Padahal, ibunya memiliki 4 orang anak dan Hendra merupakan anak sulung.

Tentu saja, bukan hal mudah bagi Hendra untuk menjalani kejamnya kehidupan sejak kecil. Dari mulai tempat tinggal yang kumuh dan tak layak, pakaian yang bisa dihitung dengan jari hingga makan tanpa lauk pun sudah ia rasakan. Terlebih ia masih memiliki 3 orang adik yang makin membuat beban tersendiri baginya.

Kalau saja bukan anak yang baik, tak mungkin bocah sekecil Hendra berpikir bagaimana caranya menghasilkan uang untuk membantu sang ibu. Meski miskin, beruntung Hendra mendapat didikan agama yang baik dari orang tuanya sejak kecil, sehingga dalam usia yang bisa disebut masa indah kanak-kanak itu, ia justru bisa berpikir untuk menjemput rezeki dengan berjualan tisue.

Hampir 2 jam, Hendra berteduh di warung bakso Mang Ipin, namun hujan belum reda juga. Hendra melirik setumpuk tisue yang masih berada dalam kantong plastik dagangannya. Sementara karena hujan deras, tak satu pun pengunjung yang datang ke warung bakso itu. Mungkin karena hujan yang terlalu deras, banyak orang meneduh di stasiun Kalibata. Biasanya, warung bakso lelaki tua berusia 50 tahunan itu silih berganti dikunjungi orang karena konon rasanya sangat lezat.

Di warung bakso Mang Ipin pula, kadang Hendra mendapat banyak pembeli tisuenya. Hendra menghitung tumpukan tisue di keranjang satu demi satu. "Masih 35, baru laku lima," Hendra bergumam. Padahal biasanya, ketika sore menjelang Magribh, ia bisa menjual sekitar 20-an tisue.

Hendra menjual tisuenya seharga 3000 rupiah sebuah. Ia mengambil untung 1500 rupiah. Dalam keseharian, ia kerap membawa 40-50 tisue untuk dijual. Meski tak selalu habis, minimal ia bisa mendapat keuntungan sekitar 50 ribu rupiah sehari. Belum lagi jika ada pembeli yang berbaik hati membayar dengan uang lima ribuan tanpa minta kembalian, menjadi rezeki tersendiri baginya.

"Ndra, makan bakso dulu nih. Abang bikinin gratis. Kamu pasti lapar kan?" Suara Mang Ipin mengejutkan Hendra yang masih termangu menatap dagangannya.

"Ya Mang Ipin, kemarin sudah gratis. Masa sekarang gratis lagi. Nanti Mang Ipin rugi," jawab Hendra yang sangat menyadari kebaikan hati pedagang bakso tersebut. Sebab, hampir sering ia makan bakso gratis di situ dan kadang membuatnya kerap tak enak hati.

Mang Ipin justru senang memberi Hendra bakso gratis karena anak sekecil itu sudah mengerti rasa malu jika kebiasaan diberi. "Buat Hendra mah, Mang Ipin nggak bakal rugi," katanya sambil menyerahkan semangkuk bakso pada Hendra.

"Makasih Mang Ipin, semoga hari ini banyak pembelinya," tutur Hendra sambil meraih semangkuk bakso kesayangannya itu dan beranjak dari posisinya, duduk di bangku kayu.

"Amiin. Rezeki mah nggak kemana Ndra," kata Mang Ipin lagi.

****
Hendra mulai menikmati semangkuk bakso sambil menunggu hujan reda. Sementara suara gemuruh guntur perlahan-lahan menghilang dan membuat hatinya lega.

Namun bukan Hendra namanya kalau tidak ingat pada adik-adiknya di rumah. Di warung ini, ia bisa menikmati semangkuk bakso seharga 15000 rupiah, sementara uang sebanyak itu jika dibelikan beras sudah cukup untuk makan mereka sehari.

Lima buah bakso bulat "gratis"berukuran sedang kadang hanya dimakan 2 buah saja oleh Hendra. Sisanya ia minta dibungkus plus ditambah kuah dan jika ada rezeki, ia membeli seporsi bakso lagi untuk ketiga adiknya di rumah.

Kali ini, Hendra merasa sangat lapar. Dia memutuskan memakan semua bakso "gratis" tersebut. Namun dalam hatinya dia bertekad besok ia harus menjual lebih banyak tisue agar bisa membelikan ketiga adiknya semangkuk bakso.

Saat sedang menikmati baksonya, tiba-tiba seorang wanita berusia sekitar 50 tahunan dengan dandanan modis gaya kekinian masuk ke warung bakso Mang Ipin. Kalung dengan liontin bulat besar menghiasi leher wanita itu. Demikian pula dengan gelang di kiri kanan tangannya plus anting bulat besar yang dikenakannya membuat perhatian Hendra tertuju pada wanita itu.

"Mang Ipin, apa kabar? Saya kangen baksonya. Sudah lama tidak sempat mampir. Sekalinya mampir, hujan-hujan begini," tutur wanita itu.

"Ya ampun Bu Lala, ke mana saja? Sampai pang ling lihat penampilannya. Makin makmur aja. Silahkan duduk Bu," sambut wanita yang bernama Bu Lala itu.

Wanita itu pun langsung duduk persis di hadapan Hendra. Hendra mengamati dengan seksama penampilan wanita tersebut.

"Saya bungkus saja Mang Ipin, bungkusin 20 porsi ya. Kebetulan di rumah saya, anak-anak sedang kumpul," ujar Bu Lala.

Mang Ipin pun dengan sigap melayani pesanan Bu Lala tersebut. "Borong semua juga tidak apa-apa Bu Lala. Ngomong-ngomong, makin makmur saja Bu Lala," kata Mang Ipin sambil meracik bakso.

Sambil mengambil kipas dari dalam tasnya, Bu Lala berujar, "Alhamdulilah Mang Ipin, anak saya yang nomer tiga sekarang sudah diterima kerja di Bank Indonesia. Jadi tiap bulan banyak setoran."

"Dari dulu hidup saya susah Mang Ipin, membesarkan anak-anak susah payah. Bersyukur anak-anak saya merupakan anak-anak yang mengerti kondisi ibunya. Ketiga anak saya sekarang sudah mapan dan saatnya saya hidup senang," ujar Bu Lala lagi.

Mendengar percakapan Mang Ipin dan Bu Lala membuat Hendra lupa pada semangkuk bakso di hadapannya. Sontak Bu Lala pun menegurnya.

"Kamu kenapa bengong, Nak? Nanti baksomu dingin. Ayo dihabiskan dulu," tegur Bu Lala yang diam-diam memang memperhatikan Hendra dan setumpuk tisue dalam kantong plastiknya.

Hendra tersenyum dan kembali berkutat pada semangkuk baksonya. Namun Bu Lala kemudian mengambil 10 bungkus tisue dari kantong dagangan Hendra.

"Kamu habiskan baksonya dulu. Ibu ambil 10 tisue kamu ya. Nah, ini dua ratus ribu rupiah Ibu bayar," kata Bu Lala Lagi.

Hendra terperangah dan bingung. Meski demikian, ia terima saja dua lembar uang seratusan ribu rupiah dari Bu Lala. Hendra juga kemudian mengambilkan kantong plastik untuk 10 bungkus tisue yang dibeli Bu Lala.

"Maaf Bu, tapi uang ini terlalu banyak," ujar Hendra.

"Tidak apa-apa, Nak. Dulu anak-anak Ibu yang hidup dalam kemiskinan juga pernah jualan kayak kamu gini. Ibu ingin kamu jadi anak yang baik dan membantu orang tua kamu ya," ujar Bu Lala beralasan.

Mata Hendra pun berkaca-kaca, seolah ingin menumpahkan rasa harunya karena dia sebetulnya sangat ingin membahagiakan ibunya.

"Terima kasih banyak Bu. Semoga Ibu sehat selalu dan berkah selalu," kata Hendra.

Bu Lala pun membelai kepala Hendra sambil tersenyum. Dalam hati Bu Lala berdoa, semoga anak tersebut kelak menjadi orang yang sukses dan bisa mengangkat derajat orang tuanya.

"Bu Lala, sudah siap semua. Mau diantarkan ke mobil? Bu Lala parkir di mana?" Suara Mang Ipin memecah konsentrasi Bu Lala.

"Tidak usah Mang Ipin. Biar saya bawa sendiri. Hujan juga sudah mulai reda kok. Anak saya parkir di samping sini kok, dekat. Terima kasih banyak ya, sampai ketemu lagi," kata Bu Lala sambil menyelesaikan pembayaran baksonya.

Bu Lala pun bergegas keluar dari warung bakso Mang Ipin. Sementara Hendra perlahan-lahan mulai menghabiskan semangkuk baksonya yang sudah dingin.

****
Selepas kepergian Bu Lala, Mang Ipin bercerita bahwa wanita tua itu dulu adalah tetangganya. Hidup Bu Lala, sebut Mang Ipin, juga susah karena dia harus menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Sedangkan suaminya justru kabur bersama wanita lain.

"Tapi Bu Lala berhasil mendidik anak-anaknya jadi orang sukses. Dan Bu Lala meskipun sekarang penampilannya beda, dia tetap tidak berubah dan tidak sombong," cerita Mang Ipin.

Hendra manggut-manggut menyimak cerita Mang Ipin. Tiba-tiba di wajahnya terbayang wajah ibunya yang tampak lebih tua dari usia sebenarnya akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Ia sangat mengerti bagaimana susahnya sang ibu mencari nafkah dan mengurusi keempat anak, termasuk dirinya.

Kemiskinan membuat ibunya tak bisa menikmati kebahagiaan hidup. Bagaimana bahagia? Untuk makan sehari-hari saja sulit, upah sebagai buruh cuci hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sementara untuk membayar kontrakan, kadang ibunya menawarkan tenaganya kepada para tetangga yang sedang hajatan untuk membantu masak dan sebagainya. Nyaris ibunya tak punya waktu luang kecuali saat tidur di malam hari. Karena setiap pagi, sebelum sang ibu harus memasak dan mengurus keempat anaknya dulu sebelum mencuci di beberapa rumah tetangga.

Bahkan ketika Hendra memutuskan untuk berjualan tisue kala itu, ibunya keberatan dan meminta Hendra fokus pada sekolah. Namun akhirnya ibunya mengizinkan Hendra berjualan sepulang sekolah setelah Hendra berhasil membuktikan pada ibunya bahwa ia mampu tetap berprestasi di sekolah sekalipun harus berjualan tisue. Hasil penjualan tisue, separuh diberikan kepada ibunya dan separuh lagi ditabung sendiri.

Dan Hendra teringat betul, saat pertama kali ia menyerahkan hasil penjualan tisue kepada ibunya, air mata sang ibu mengalir deras. "Ibu malu, Nak. Tidak seharusnya kamu melakukan ini. Maafkan Ibu ya," kata ibunya sambil memeluk Hendra.

Itulah mengapa Hendra ingin membuat ibunya bahagia. Dia ingin menjadi anak yang sukses kelak agar bisa melepaskan ibunya dari penderitaan ekonomi yang berkepanjangan.

Ia ingin sekali melihat ibunya memiliki baju-baju yang indah, tidur di rumah yang nyaman, punya waktu yang cukup untuk beristirahat dan bisa pergi ke mana pun yang ibunya inginkan.

Sosok Bu Lala semakin memotivasinya untuk lebih bekerja keras lagi, dan lebih rajin lagi berjualan tisue. Meski Hendra belum memiliki cita-cita ingin menjadi apa kelak, tapi satu hal cita-cita terindah dalam hidupnya adalah ingin membuat ibunya terlepas dari kemiskinan.

Semangkuk bakso sudah habis dilahapnya. Adzan Magribh sudah terdengar pula, Hendra segera pamit pada Mang Ipin. Ia masih punya waktu 2 jam lagi untuk menjajakan tisuenya setelah solat Magribh ini. Karena dalam kesehariannya, Hendra selalu pulang maksimal  jam 8 malam untuk menghabiskan dagangannya.

Hendra masih berusia 8 tahun, masih banyak hal positif yang bisa dia lakukan. Dengan mental yang dimilikinya, tentu Hendra akan menjadi seorang anak yang kuat. Semoga saja cita-citanya untuk membahagiakan ibunya kelak akan tercapai.

Minggu, 19 Maret 2017

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 1

DOSEN : RAMITA HAPSARI
NAMA  : MUHAMMAD KHANSAPURI
NPM     : 14116976
KELAS : 1KA19


1.      Kaitkan antara Ilmu Budaya Dasar dengan Ilmu Sistem Informasi

Menurut Koentjaraningrat (1980), kata kebudayan dalam kaitannya dengan ilmu budaya dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai – nilai insani, tercakup di dalamnya usaha memanusiakan diri di alam lingkungan, baik fisik maupun sosial

Sementara ilmu informasi adalah ilmu yang mempelajari “data dan informasi” mencakup bagaimana menginterpretasi, menganalisa, menyimpan dan mengambil kembali “data dan informasi” tersebut

 Informasi merupakan elemen yang sangat dibutuhkan di dunia sehingga kaitan ilmu budaya  dasar dengan ilmu sistem informasi adalah : dibutuhkannya suatu pengolahan yang baik dalam sistem informasi untuk memajukan penciptaan, penertiban serta pengolahan nilai – nilai insani tercakup di dalamnya usaha memanusiakan diri di alam lingkungan. Informasi yang peka terhadap lingkungan budaya serta kritis terhadap persoalan – persoalan yang menyangkut kemanusiaan dan budaya, sehingga daya informasi yang tertata baik tidak akan merusak budaya - budaya yang telah kita miliki.

2.  Ceritakanlah budaya kalian dari mana berasal. Pengetahuan budaya apa saja yang kini mulai  ditinggalkan atau hilang eksistensinya di indonesia. Serta bagaimana peran masyarakat dalam    melestarikan budaya tersebut.

          Saya berasal dari lingkungan budaya daerah Yogyakarta, budaya disana termasuk salah satu budaya yang masih terpelihara hingga kini. Diantaranya budaya yang masih terjaga adalah perayaan acara kendurenan, sekaten, grebeg maulid, ruwatan, tindak sinten (upacara untuk anak 8 bulan), dan masih banyak lagi budaya yang masih terjaga hingga saat ini

        Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang tentu saja memiliki beragam budaya, banyak diantaranya yang sudah tidak terpelihara dengan baik sehingga generasi muda tidak pernah menngenalnya sama sekali. Sebagai contoh dari budaya yang telah ditinggalkan adalah budaya dari daerah betawi yaitu tari cokek, lenong, gambang kromong yang kini sudah jarang ditampilkan

        Dibutuhkannya peran masyarakat untuk memelihara budaya – budaya yang mulai luntur tersebut. Dengan cara membuat semacam pesta rakyat pada momen – momen tertentu seperti diacara perlombaan 17 agustus. Dalam  pesta rakyat itu libatkan anak – anak muda untuk menampilkan beragam budaya daerah tersebut.

Senin, 02 Januari 2017

ILMU SOSIAL DASAR BAB 8 - 10

BAB 8
ILMU SOSIAL DASAR
PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT


NAMA : MUHAMMAD KHANSAPURI
NPM    : 14116976
KELAS : 1KA19

Pertama-tama kami akan membahas tentang “Perbedaan Kepentingan”. Seperti yang kita ketahui dalam kamus Indonesia definisi kepentingan yaitu: kebutuhan: mendahulukan kepentingan umum. Tetapi dalam pembahasan kali ini kepentingan yang dimaksud adalah  dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu akan merasakan kepuasan jika berhasil memenuhi kepentingannya, atau sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.
Contoh-contoh dari perbedaan kepentingan itu antara lain dapat berupa :
1. kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
2. kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
3. kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
4. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi
5. kepentingan individu untuk dibutuhkan orang lain
6. kepentingan individu untuk memperoleh kedudukan di dalam kelompoknya
7. dan lain lain
Kita sadar kalau masalah yang terjadi dalam kehidupan masing-masing individu sangatlah bermacam-macam karena setiap individu itu mempunyai suatu kepentingan sendiri-sendiri yang berikabatkan suatu perbedaan suatu kehidupan sosial yang terjadi dalam bermasyarakat.
Perbedaan kepentingan inilah yang masing-masing individu harus menyadari dan satu sama lain harus saling tolerir sehingga setiap individu tidak merasa dirugikan karena alas an perbedaan kepentingan ini.
Prasangka Diskriminasi dan Ethosentris
Apa itu prasangka? Prasangka adalah sifat negative terhadap sesuatu. Seorang yang berprasangka rasial biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkanya. Diskriminasi  merupakan perlakuan pembedaan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung atau tak langsung terhadap orang atau kelompok dengan didasarkan pada gender,ras, agama,umur, status sosial, status ekonomi, bahasa, keyakinan politik, atau karakteritik yang lain. Diskriminasi adalah suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain.
Diskriminasi dapat dibedakan menjadi:
1.       Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
2.       Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.

Kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan Ethosentrisme. Ethosentris merupakan sikap yang menggunakan pandangan dan cara hidup dari sudut pandangnya sebagai tolok ukur untuk menilai kelompok lain.
Apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan budaya dan adat istiadat antarkelompok masyarakat tersebut akan menimbulkan konflik sosial akibat adanya sikap etnosentrisme. Sikap tersebut timbul karena adanya anggapan suatu kelompok masyarakat bahwa mereka memiliki pandangan hidup dan sistem nilai yang berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya.


Penyebab timbulnya Diskriminasi
Diskriminasi timbul akibat dari latar belakang sejarah.
Diskriminasi timbul akibat Perkembangan sosio-kultural dan situasional.
Diskriminasi bersumber dari factor kepribadian.
Diskriminasi timbul akibat perbedaan keyakinan, kepercayaan dan agama.
Pertentangan social ketegangan dalam masyarakat
Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan diri seseorang, kelompok, dan masyarakat. Terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dasar dari suatu konflik, yaitu
  1. terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik
  2. unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan
  3. terdapat interraksi diantar bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut
Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :
  1. Elimination yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri.
  2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya.
  3. Majority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.
  4. Minority Consent, artinya kelompok mayoritas yang menang, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta kesepakatan untuk melakukan kegiatan bersama
  5. Compromise, artinya semua sub kelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
  6. Integration, artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan, dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak
Golongan-golongan yang berbeda dan integrasi social
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Aspek-aspek dari kemasyarakatan :
1.Suku bangsa dan kebudayaannya.
2. Agama
3. Bahasa
4. Nasional Indonesia.
Masalah besar yang di hadapi oleh Indonesia adalah sulitnya itegrasi antara satui dengan yang lainnya. masyarakat" yang  ada di Indonesia tetap hidup berdampingan pada kemajemukannya,
berikut adalah beberapa variabel yang dapat menghambat integrasi :

1. Klaim/Tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang di anggap sebagai miliknya
2. Isu asli tidak asli berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antar warga negara indonesia asli dengan keturunan lain
3. agama, sentimen agama dapat di gerakkan untuk mempertajam kesukuan.
4. prasangka yang merupakan sikap permusuhan terhadap seseorang golongan tertentuk.

Dalam hal ini masyarakat indonesia seringkali terhambat integrasinya karena variabel variabel yang di sebutkan di atas. masyarakat indonesia pada umumnya masih sulit untuk menerima sesuatu yang baru ataupun yang berbeda dengan yang biasa ia temukan. misalnya saja antar agama masih sering terjadi permusuhan/ sering terjadi perang agama di desa-desa yang berada di pulau jawa. hal tersebut menunjukkan bahwa betapa sulitnya bagi mereka untuk berintegrasi tanpa menyangkut pautkan variabel-variabel yang ada di atas tadi.
Integrasi Nasional       
Pengertian  Integrasi Nasional secara Harfiah

Integrasi Nasional berasal  dari dua kata, yaitu Integrasi dan Nasional. Integrasi sendiri berasal dari bahasa latin (integrate) yang artinya adalah mempersatukan/menggabungkan. Adapun kata Nasional berasal dari bahasa Inggris (Nation) yang berarti bangsa.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integrasi memiliki arti pembauran sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh atau bulat. Sedangkan istilah “Nasional” mempunyai pengertian :

  • Bersifat kebangsaan.
  • Berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri.
  • Meliputi suatu bangsa, misalnya cita-cita nasional, tarian nasional, perusahaan nasional dan lain sebagainya.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Integrasi Nasional memiliki arti secara Politis dan Antropologis. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
  • Secara Politis
Integrasi Nasional secara politis mengandung arti bahwa proses penyatuan beragam kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
  • Secara Antropologis
Integrasi Nasional secara antropologis berarti bahwa proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapai keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.
B. Pengertian  Integrasi Nasional secara Umum

Intregasi Nasional adalah penyatuan unsur-unsur dalam masyarakat menurut aturan-aturan dan kebijakan politik yang dibangun atas nilai-nilai kultur yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan, sehingga terjadi kesepakatan tentang tujuan nasional yang hendak diwujudkan.

Intinya, arti dari integrasi nasional adalah proses penyatuan perbedaan dalam suatu negara sehingga terjadi keselarasan secara nasional dalam suatu negara.

C. Pengertian  Integrasi Nasional Menurut Para Ahli

Banyak juga para ahli/pakar yang mengemukakan gagasan mengenai makna atau arti dari integrasi nasional. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut

1.Dr. Nazaruddin Sjamsuddin

Integrasi nasional merupakan proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

2. Howard Wriggins

Integrasi nasional adalah penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan/kesatuan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu kesatuan bangsa.

3. Myron Weiner

Integrasi Nasional adalah proses penyatuan dari berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam satu kesatuan wilayah, dalam rangka pembentukan suatu identitas nasional.

4. J. Soedjati Djiwandono

Integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian persatuan nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional bangsa indonesia berarti hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu kesatuan bangsa secara resmi, dan direalisasikan dalam satu kesepakatan atau konsensus nasional melalui Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Adapun bunyi sumpah pemuda yaitu :

Kami putra dan puteri Indonesia mengakui :
  1. Bertanah air satu, tanah air Indonesia.
  2. Berbangsa satu, bangsa Indonesia
  3. Berbahasa satu, bahasa Indonesia.

NAMA : PAULINA MARIA KATHARINA
NPM : 15116739
KELAS : 1KA19

Daftar Pustaka


BAB 9
ILMU SOSIAL DASAR
ILMU PENGETHUAN DAN KEMISKINAN
NAMA : MUHAMMAD KHANSAPURI
NPM    : 14116976
KELAS : 1KA19

   1.      Ilmu Pengetahuan

Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi), di antaranya pandangan Aristoteles, bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Menurut Descartes, ilmu pengetahuan merupakan serba budi;  oleh Bacon dan David Home diartikan sebagai pengalaman indera dan batin; menurut Immanuel Kent merupakan persatuan antara budi dan pengalaman; dan Teori Phyroo mengatakan, bahwa tidak ada kepastian dalam pengetahuan. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, akal budi, pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti.

Banyaknya teori dan pengetahuan dan kebenaran mengakibatkan suatu definisi suatu ilmu pengetahuan akan mengalami kesulitan. Sebab, membuat suatu definisi dari definisi ilmu pengetahuan yang di kalangan ilmuwan sendiri sudah ada keseragaman pendapat, hanya akan terperangkap dalam tautologis (pengulangan tanpa membuat kejelasan) dan pleonasme atau mubazir saja.

Sikap yang bersifat ilmiah  itu mencakup empat hal, yaitu:

a.       Tidak ada peraaan yang pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif.
b.      Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta dan gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
c.       Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
d.      Merasa pasti bahwa pendapat, teori , maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun pasti terbuka untuk dibuktikan kembali.

   2.      Teknologi

Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa, ilmu pengetahuan (body of knowledge) , dan teknologi sebagai suatu seni (state of art) yang mengandung pengertian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja, keterampilan dikombinasikan untuk merealisasikan tujuan produksi. “Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik dan fisiologis, tetapi secara luas juga meliputi teknologi sosial, terutama teknologi sosial pembangunan (the social technology of development) sehingga teknologi itu adalah metode sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani” (Eugene Staley, 1970)

Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a.       Rasionalitas, artinya tindakan spontak oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
b.      Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
c.       Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi, dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non-teknis menjadi kegiatan teknis.
d.      Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.
e.       Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
f.       Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
g.      Otonomi, artinya teknik berkembang menurut kebudayaan sendiri.

Teknologi berkembang dengan pesat, meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Masa sekarang nampaknya sulit memisahkan kehidupan manusia dengan teknologi, bahkan sudah merupakan kebutuhan manusia. Awal perkembangan teknik yang sebelumnya merupakan bagian dari ilmu atau bergantung dari ilmu atau bergantung dari ilmu, sekarang dari ilmu pula dapat bergantung dari teknik.

Beberapa ciri teknologi Barat antara lain sebagai berikut:

a.       Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja dan lain-lain, sehingga lebih akrab dengan kaum elit daripada dengan buruh itu sendiri.
b.      Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan.
c.       Kosmologi atau pandangan teknologi Barat adalah: menganggap dirinya sebagai pusat yang lain.

    3.      Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Nilai

Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral. Hal ini besar kaitannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaan pembangunan, yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Masalah nilai berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ini, menyangkut perbedaan sengit dalam menduduk perkarakan ini dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga kecenderungan ada dua pemikiran yaitu : yang menyatakan ilmu bebas nilai dan yang menyatakan ilmu tidak bebas nilai. Sebenarnya ada yang penting dalam permasalahan itu dapat dinyatakan. Sikap lain terhadap permasalahan ini ada yang menyatakan kita tidak perlu mengaitkan antara ilmu dengan nilai. Pendapat yang terakhir ini kurang dapat dipertanggungjawabkan, mengingat nilai atau moral merupakan hal yang mendasar dalam kehidupan manusia, dan kita sudah merasakan dan melihat akibat tidak berkaitnya nilai atau moral dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dll. (Emil Salim, 1982).

Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa. Sebagai inspirasi dasar dan perjuangan akan kemerdekaan bangsa, dan motivasi fundamental dari cita-cita menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Garis kemiskinan ditentukan oleh tingkat pendapatan minimal (versi Bank Dunia di kota US$ 75 dan di desa US$ 50 per jiwa setahun, 1973). Menurut Prof. Sayogya (1969), garis kemiskinan dinyatakan dalam Rp/tahun, ekuivalen dengan nilai tukar beras (kg/orang/bulan, yaitu untuk desa 320 kg/orang/tahun dan untuk kota 480 kg/orang/tahun).

Atas ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a.       Tidak memiliki faktor produksi seperti tanah, modal, keterampilan, dsb.
b.      Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
c.       Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat sekolah dasar karena harus membantu orang tua untuk mencari tambahan penghasilan.
d.      Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas (self employed), berusaha apa saja.
e.       Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan.

Jika kita menganut teori fungsionalis dari stratifikasi (tokohnya Davis), maka kemiskinanpun memiliki sejumlah fungsi, yaitu:

a.       Fungsi ekonomi: penyediaan tenaga kerja untuk pekerjaan tertentu, menimbulkan dana sosial, membuka lapangan kerja baru dan memanfaatkan barang bekas (masyarakat pemulung).
b.      Fungsi sosial: menimbulkan alturisme (kebaikan spontan) dan perasaan, sumber imajinasi kesulitan kehidupan bagi si kaya, sebagai ukuran kemajuan bagi kelas lain dan merangsang tumbuhnya badan amal.
c.       Fungsi kultural: sumber imajinasi kebijaksanaan teknorat dan sumber inspirasi sastrawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesama manusia.
d.      Fungsi politik: berfungsi sebagai kelompok gelisah atau masyarakat marginal untuk musuh bersaing bagi kelompok lain.
Walaupun kemiskinan mempunyai beberapa fungsi, bukan berarti menyetujui lembaga tersebut. Tetapi kemiskinan berfungsi maka harus dicarikan fungsi lain sebagai pengganti.


    4.       Kemiskinan

Kemiskinan dipelajari oleh banyak ilmu, seperti ilmu sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam ekonomi, dua jenis kemiskinan dipertimbangkan: kemiskinan absolut dan relatif. Dalam politik, penanggulangan aktif termasuk rencana perumahan, pensiun sosial, kesempatan kerja khusus. Dalam hukum, telah ada gerakan yang mencari pendirian "hak manusia" universal yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan. Dalam pendidikan, kemiskinan memengaruhi kemampuan murid untuk belajar secara efektif dalam sebuah lingkungan belajar. Terutama murid yang lebih kecil yang berasal dari keluarga miskin, kebutuhan akan keamanan dan rumah yang stabil, pakaian, dan kurangnya kandungan gizi makan mereka membayangi kemampuan murid-murid ini untuk belajar.

Penanganan kemiskinan pada prinsip­nya merupakan pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan kondisi sumberdaya alam yang tidak menguntungkan dan  rendah­nya akses kelompok masyarakat miskin terhadap peluang- pel­uang yang tersedia. Oleh karena itu upaya pengentasan yang  harus diarahkan pada :

a.       Meningkatkan kualitas dan kemampuan sumberdaya manusia, melalui jalur pelayanan   pendidikan (pemantapan IMTAQ dan transfer IPTEK), pelayanan kesehatan dan perbaikan gizi.
b.      Mengembangkan dan membuka usaha produk­tif yang dapat diakses oleh kelompok masyarakat miskin secara berkelanjutan serta memperbesar akses masyarakat miskin dalam penguasaan faktor produksi.
c.       Memelihara dan memperbaiki fungsi produktif dari sumberdaya alam bagi  masyarakat miskin.
d.      Pemihakan kebijakan publik yang mampu mendorong peningkatan daya beli masyarakat miskin.

NAMA :                  ABRAHAM HAVANA (10116041)
 IMAN MULYAWAN SAPUTRA (13116470)
   KELAS  :   1KA19                                                            

Daftar pustaka



BAB 10
ILMU SOSIAL DASAR
AGAMA DAN MASYARAKAT

NAMA : MUHAMMAD KHANSAPURI
NPM    : 14116976
KELAS : 1KA19


   1.      DEFINISI AGAMA

·         Menurut Durkheim Agama adalah suatu “sistem kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal.” Dari definisi ini ada dua unsur yang penting, yang menjadi syarat sesuatu dapat disebut agama, yaitu “sifat kudus” dari agama dan “praktek-praktek ritual” dari agama.

·         Menurut Hendro Puspito Agama adalah suatu jenis sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berproses pada kekuatan-kekuatan non-empiris yang dipercayainya dan didayagunakannya untuk mencapai keselamatan bagi mereka dan masyarakat luas umumya.

   2.      FUNGSI AGAMA DALAM MASYARAKAT
Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi persoalan persoalan yang  timbul di masyarakat yang tidak dapat   dipecahakan   secara   empiris   karena   adanya   keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama menjalankan   fungsinya   sehingga   masyarakat   merasa   sejahtera, aman, stabil, dan sebagainya. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut :
a.      Fungsi Edukatif.
Agama memberikan bimbingan dan pengajaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.

b.      Fungsi Penyelamatan.
Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.

c.       Fungsi Pengawasan Sosial (social control)
Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :
·         Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat.
·         Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral (yang dianggap baik) dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hukum Negara modern.

d.       Fungsi Memupuk Persaudaraan.

·         Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.
·         Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama, seperti liberalism, komunisme, dan sosialisme.
·         Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama. Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
·         Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama

e.       Fungsi Transformatif.
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.

   3.      DIMENSI KOMITMEN AGAMA

Menurut Roland Robertson dimensi komitmen agama terbagi menjadi 
-                    Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/ harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.
-                    Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
-                    Dimensi pengetahuan dikaitkan dengan perkiraan bahwa orang-orang yang bersikap religius akan memiliki informasi tentang ajaran-ajaran pokok keyakinan dan upacara keagamaan, kitab suci, dan tradisi-tradisi keagamaan mereka.
-                    Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.
-                    Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, bahwa semua agama mempunyai perkiraan tertentu

4.      PELEMBAGAAN AGAMA

·         3 tipe kaitan agama dengan masyarakat

Tiga Tipe Kaitan Agama Dengan Masyarakat. Agama memiliki tiga 3 tipe hubungan dengan masyarakat diantaranya (menurut Elizabeth K. Nottingham) 

-                    Masyarakat Pedalaman. Di dalam kehidupan masyarakat pedalaman agama masih berdasarkan kepercayaan sehingga mereka mengadakan berbagai upacara ritual karena mereka percaya dengan begitu mereka sudah memiliki agama.
-                    Masyarakat Semi Industri. Dalam masyarakat semi industri sudah lebih maju dari masyarakat pedalaman sehingga di masyarakat semi indutri sudah memegang agama sebagai kepecayaan dan sebagai pedoman dalam melakukan segala hal seperti berdagang.
-                    Masyarakat Industri Sekunder (Modern). Dalam masyarakat industri sekunder sudah banyak muncul teknologi canggih sehingga lebih mudah menolong kegiatan manusia, namun karena sudah banyak teknologi maka agama menjadi di "no duakan" sehingga kurangnya kepercayaan terhadap agama.

·         Pengertian pelembagaan agama

Pelembagaan agama adalah suatu tempat atau lembaga untuk membimbing, membina dan mengayomi suatu kaum yang menganut agama

Pelembagaan Agama di Indonesia yang mengurusi agamanya :

1.      Islam (MUI)
MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 26 juli 1975 di Jakarta, Indonesia.

2.      Kristen (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia)
PGI (dulu disebut Dewan Gereja-gereja di Indonesia – DGI) didirikan pada 25 Mei 1950 di Jakarta sebagai perwujudan dari kerinduan umat Kristen di Indonesia untuk mempersatukan kembali Gereja sebagai Tubuh Kristus yang terpecah-pecah. Karena itu, PGI menyatakan bahwa tujuan pembentukannya adalah “mewujudkan Gereja Kristen Yang Esa di Indonesia.”

3.      Katolik (Konferensi Wali Gereja Indonesia)
Konferensi Wali gereja Indonesia (KWI atau Kawali) adalah organisasi Gereja Katolik yang beranggotakan para Uskup di Indonesia dan bertujuan menggalang persatuan dan kerja sama dalam tugas pastoral memimpin umat Katolik Indonesia. Masing-masing Uskup adalah otonom dan KWI tidak berada di atas maupun membawahi para Uskup dan KWI tidak mempunyai cabang di daerah. Keuskupan bukanlah KWI daerah. Yang menjadi anggota KWI adalah para Uskup di Indonesia yang masih aktif, tidak termasuk yang sudah pensiun. KWI bekerja melalui komisi-komisi yang diketuai oleh Uskup-Uskup. Pada 2006 anggota KWI berjumlah 36 orang, sesuai dengan jumlah keuskupan di Indonesia (35 keuskupan) ditambah seorang uskup dari Ambon (Ambon memiliki 2 uskup)

4.      Hindu (Persada)
Parisada Hindu Dharma Indonesia ( Parisada ) ialah: Majelis tertinggi umat Hindu Indonesia.

5.      Budha (MBI)
Majelis Buddhayana Indonesia adalah majelis umat Buddha di Indonesia. Majelis ini didirikan oleh Bhante Ashin Jinarakkhita pada hari Asadha 2499 BE tanggal 4 Juli 1955 di Semarang, tepatnya di Wihara Buddha Gaya, Watugong, Ungaran, Jawa Tengah, dengan nama Persaudaraan Upasaka-Upasika Indonesia (PUUI) dan diketuai oleh Maha Upasaka Madhyantika S. Mangunkawatja.

6.      Konghucu (MATAKIN)
Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1955.


   5.      AGAMA, KONFLIK, DAN MASYARAKAT

Contoh-contoh tentang konflik yang ada dalam agama dan masyarakat

Dalam Agama :

-                    konflik antara Yahudi dan Nasrani. Walaupun sumber konflik ini didasarkan atas kitab suci namun justru unsur dogmatis agama ini sangat mendukung pengambaran konflik yang terjadi. Menurut versi Yahudi, Nasrani adalah agama yang sesat karena menganggap Yesus sebagai mesias (juru selamat). Dalam pandangan Yahudi sendiri Yesus adalah penista agama yang paling berbahaya karena menganggap dirinya adalah anak Allah, sampai akhirnya otoritas Yahudi sendiri menghukum mati Yesus dengan cara disalibkan, sebuah jenis hukuman bagi penjahat kelas kakap pada waktu itu. Sedangkan menurut pandangan Kristen, umat Yahudi adalah umat pilihan Allah yang justru menghianati Allah itu sendiri. Untuk itu Yesus datang ke dunia demi menyelamatkan umat tersebut dari murka Allah. Dalam beberapa kesempatan, misalnya, ketika Yesus mengamuk di bait Allah karena dipakai sebagai tempat berjualan, atau dalam kasus lain yaitu penolakan orang Israel terhadap ajaran Yesus.
-                    konflik Islam-Kristen. Konflik ini pada awalnya diilhami oleh kepercayaan bahwa Islam memandang Nasrani sebagai agama kafir karena mempercayai Yesus sebagai anak Allah, padahal dalam ajaran Islam Nabi Isa (Yesus) merupakan nabi biasa yang pamornya kalah dari nabi utama mereka Muhammad S.A.W. Konflik ini pada awalnya hanya pada tataran kepercayaan saja, namun ketika unsur politis, ekonomi, dan budaya masuk, maka konflik yang bermuara pada pecahnya Perang Salib selama beberapa abad menegaskan rivalitas Islam-Kristen sampai sekarang. Konflik itu sendiri muncul ketika Agama Kristen dan Islam mencapai puncak kejayaannya berusaha menunjukkan dominasinya. Ketika itu Islam yang berusaha meluaskan pengaruhnya ke Eropa, mendapat tantangan dari Nasrani yang terlebih dahulu ada dan telah mapan. Puncak pertempuran itu sebenarnya terjadi ketika perebutan Kota Suci Jerusalem yang akhirnya dimenangkan tentara salib. Sebagai balasan, Islam kemudian berhasil merebut Konstatinopel yang merupakan poros dagang Eropa-Asia pada saat itu.
-                    konflik antara Yahudi-Islam yang masih hangat dalam ingatan kita. Konflik ini berawal dari kepercayaan orang Yahudi akan tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka yang dipercayai terletak di daerah Israel, termasuk Yerusalem, sekarang. Pasca perbudakan Mesir, ketika orang Yahudi melakukan eksodus ke Mesir namun kemudian malah diperbudak sampai akhirnya diselamatkan oleh Musa, orang Yahudi kemudian kembali ke tanah mereka yang lama, yaitu Israel. Akan tetapi, pada saat itu orang Arab telah bermukim di daerah itu. Didasarkan atas kepercayaan itu, kemudian orang Yahudi mulai mengusir Orang Arab yang beragama Islam itu. Inilah sebenarnya yang menjadi akar konflik Israel dan Palestina dalam rangka memperebutkan Jerusalem. Konflik ini semakin panas ketika unsure politis mulai masuk.

Dalam Masyarakat :

-                    Tahun 1996, 5 gereja dibakar oleh 10,000 massa di Situbondo karena adanya konflik yang disebabkan oleh kesalahpahaman.
-                    Adanya bentrok di kampus Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar (SETIA) dengan masyarakat setempat hanya karena kesalahpahaman akibat kecurigaan masyarakat setempat terhadap salah seorang mahasiswa SETIA yang dituduh mencuri, dan ketika telah diusut Polisi tidak ditemukan bukti apapun. Ditambah lagi adanya preman provokator yang melempari masjid dan masuk ke asrama putri kampus tersebut. Dan bisa ditebak, akhirnya meluas ke arah agama, ujung-ujungnya pemaksaan penutupan kampus tersebut oleh masyarakat sekitar secara anarkis.
-                    Perbedaan pendapat antar kelompok – kelompok Islam seperti FPI (Front Pembela Islam) dan Muhammadiyah.
-                    Perbedaan penetapan tanggal hari Idul Fitri, karena perbedaan cara pandang masing – masing umat.

Daftar Pustaka

http://panggihpanges2.blogspot.co.id/2015/01/isd-bab-10-agama-dan-masyarakat.html






What Will You Do Next 5 Years

In the next 5 years, it will be the time where I've graduated from my collage and gotten work with the knowledge that I've gained f...